 |
Gambar Ilustrasi |
Kisah Sukses - Kali ini Indonesia boleh berbangga, pasalnya Pertamina berhasil dan sukses pertama di dunia mengangkat tiga anjungan minyak lepas pantai sekaligus. Anjungan yang nyaris tenggelam ini berhasil diangkat karena jika tidak ditangani secara cepat maka anjungan minyak tersebut akan berbahaya jika terkena ombak laut. Kisah sukses ini akan menginspirasi kita pasalnya ini barru pertama kali di dunia mengangkat tiga anjungan minyak sekaligus. Walau teknologi tersebut sudah diterapkan di luar negri, namun di luar negri baru bisa mengangkat satu anjungan minyak saja. Hal ini menjadi perhatian dunia karena Pertamina melakukannya secara langsung mengankat tiga anjungan sekaligus. Pengerjaan ini sungguh berbahaya dan beresiko karena yang namanya anjungan minyak tentu saja berada di tengah laut. Seperti pada tulisan saya sebeumnya yang berjudul
"Cerita Motivasi Perempuan Tukang Las Pertambangan Minyak Lepas Pantai" bekerja di tengah laut mempunyai resiko yang sangat tinggi, harus mempunyai keberanian dan strategi yang tepat. dan berikut ini info kabar
kisah sukses pertamina mengangkat tiga anjungan minyak tersebut.


Kisah Sukses - Jakarta - PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Jawa (PHE ONWJ) berhasil mengangkat 3 anjungan minyak di lepas pantai Laut Jawa, tepatnya di LIMA Flowstation secara bersamaan. Keberhasilan ini merupakan pertama kali di dunia.
"Ini pertama kali di dunia, oleh Pertamina berhasil mengangkat 3 anjungan di laut lepas secara bersamaan dan setinggi 4 meter dari permukaan laut," ungkap Executive VP/General Manager PHE ONWJ Jonly Sinulingga saat ditemui di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Jumat (20/9/2013).
Pengangkatan 3 anjungan minyak ini, kata Jonly, harus dilakukan karena posisi ketiga anjungan tersebut sudah menyentuh permukaan laut. "Sehingga kalau ada ombak anjungan kemasukan air laut, tentu ini berbahaya dan berisiko bagi pekerja," ucapnya.
Diakui Jonly, teknologi pengangkatan anjungan ini sudah ada dan pernah dilakuan di beberapa negara.
"Tapi yang baru diangkat itu hanya 1 anjungan, nah mengapa proyek pengangkatan deck raising ini menjadi perhatian dunia, karena yang diangkat ada sebanyak 3 anjungan secara bersamaan dan setinggi 4 meter. Ini belum pernah terjadi di mana pun, dan Pertamina yang pertama kali melakukannya, apalagi berat untuk 1 anjungan mencapai 300 ton," jelas Jonly.
Dilaksanakannya proyek pengangkatan anjungan ini adalah dengan metode "Synchonized Hydraulic Jacking System", memaksa 5 anjungan minyak harus dimatikan dan mengakibatkan produksi minyak 5.000 barel per hari dan 20 juta kaki kubik feet per hari (mmscfd) berhenti.
"Dengan berhasilnya proyek ini diharapkan produksi akan normal kembali pada pertengahan Oktober 2013," katanya.
Metode pengankatanya menggunakan "sychronized hydraulic jacking system" jadi semacam disetiap kaki platform dipasang dongkrak hydrolic kemudian diangkat secara bersamaan.
 |
sychronized hydraulic jacking system |
Kisah sukses Pertamina ini konon menelan biaya yang tidak sedikit, dana yang dihabiskan untuk mengangkat tersebut menghabisakan kurang lebih Rp. 1,3 triliun. Itulah kisah sukses pertamina, kita harus bangga bahwa ternyata Indonesia mampu mengerjakan bekerjaan berat yang penuh resiko. Bagi anda yang mempunyai kisah dan cerita sukses, seperti kisah motivasi, kisah teladan, cerita inspirasi, kisah sukses, kisah motivasi, seputar kisah dunia pertambangan, anda bisa mengirimkannya di website berbagi kisah yang beralamatkan di http://berbagikisah.com
Dikutip dari : http://goo.gl/pbcDpP